![]() |
| Sumber: GEEQ.id, 2018 |
Lahirnya alam semesta beserta isinya ini semuanya membutuhkan suatu proses yang panjang dan kita saat ini hanya bisa melihat hal-hal tersebut melalui sudut pandang berbagai ahli didalam berbagai teori yang mereka kemukakan. Dalam tulisan ini saya mencoba melihat semuanya dari berbagai sudut pandang karena semuanya memiliki ^Titik Start^ yang berbeda.
1. Teori Kejadian Alam Semesta
Mari kita lihat pandangan manusia berdasarkan sains dimana manusia mencoba mendeskripsikan apa dan bagaimana proses fenomena alam bisa terjadi dalam konteks eksperimen dan pengamatan, tentu saja dengan parameter yang bisa diamati dan diukur. Sehingga dalam proses terjadinya alam semesta terdapat berbagai pendapat para ahli astronomi mengenenai lahirnya alam semesta. Begitu banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai teori bagaimana alam semesta ini terbentuk. Salah satu teori yang terkenal mengenai terjadinya alam semesta adalah teori dentuman dahsyat (bigbang). Teori ini pertama kali dikemukanan oleh kosmolog dan astronom Georges Lemaitre atau Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an. Ia adalah orang pertama yang mengusulkan teori perluasan jagat raya teori ledakan dahsyat sebagai penjelasan mengenai asal usul alam semesta, yang ia sebut 'hipotesis atom primeval. Menurutnya alam semesta ini bermula dari gumpalan super atom raksasa yang isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi kir-kira seperti bola api raksasa yang suhunya antara 1 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius. Gumpalan super atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi debu dan awan hidrogen. Setelah berumur ratusan juta tahun, debu dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Sehingga dapat dikatakan menurut teorinya alam semesta ini berasal dari satu titik yaitu gumpalan super atom raksasa. Kemudian setelah teori ini dikemukanan lahirlah suatu alat yang dapat membuktikan kejadian tersebut yakni Teleskop Hubble. Teleskop Hubble yang dapat mengamati luar angkasa telah membuktikan bahwa bintang-bintang di luar angkasa dan juga galaksi-galaksi bergerak saling menjauh, hal ini berarti membuktikan bahwa alam semesta dulunya sebelum bergerak menjauh, semuanya berasal dari satu titik.
Peristiwa Big Bang masih menyisakan radiasi dan sisa radiasi tersebut masih dapat diamati pada saat ini. Radiasi latar belakang kosmik yang merupakan bukti Big Bang berhasil dideteksi oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965, dan keduanya mendapatkan hadiah Nobel karena penemuannya yang menyatakan bahwa secara ilmiah alam semesta memang terbentuk karena Big Bang, ini artinya dahulu alam semesta hanya satu titik yang mempunyai kerapatan luar biasa dan dahulunya langit dan bumi itu berasal dari satu titik tersebut. Harun Yahya seorang penulis besar yang salah satu karyanya "Penciptaan Alam Raya", mengatakan: “Big Bang tak hanya membuktikan bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan, tetapi ia juga diciptakan secara sangat terencana, sistematis, dan teratur. Big Bang terjadi melalui ledakan suatu titik yang berisi semua materi dan energi alam semesta serta penyebarannya ke segenap penjuru ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dari materi dan energi ini, muncullah suatu keseimbangan luar biasa yang melingkupi berbagai galaksi, bintang, matahari, bulan, dan benda angkasa lainnya. Hukum alam pun terbentuk yang kemudian disebut ‘Hukum Fisika’, yang seragam di seluruh penjuru alam semesta dan tidak berubah. Hukum Fisika yang muncul bersamaan dengan Big Bang tak berubah sama sekali selama lebih dari 15 miliar tahun. Selain itu, hukum ini didasarkan atas perhitungan yang sangat teliti, sehingga penyimpangan satu milimeter saja dari angka yang ada sekarang akan berakibat pada kehancuran seluruh bangunan dan tatanan alam semesta. Semua ini menunjukkan bahwa suatu tatanan sempurna muncul setelah Big Bang.”
2. Pandangan Agama Mengenai Penciptaan Alam Semesta
"Titik Start"lainnya adalah melihat bagaimana sebuah kejadian terciptanya alam semesta lewat pandangan sebuah keyakinan manusia atau agama. Agama memperluas makna alam semesta bagi manusia mengenai terciptanya dan hadirnya benda-benda alam semesta. Ada beberapa keyakinan yang dipegang oleh manusia menjelaskan bagaimana terciptanya alam semesta. Dalam Islam dijelaskan bahwa alam semesta merupakan ciptaan yang Maha Kuasa yakni Allah SWT dan beratus-ratus tahun yang lalu sebelum ditemukan teleskop Hubble dan sebelum ditemukan bukti ilmiah tentang Big Bang, dalam Al-Qur’an disebutkan: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tiada juga beriman?”(Al-Anbiya: 30). Lalu, dalam Hindu menurut filsuf Hindu dalam ajaran Regweda menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh Brahman dari unsur yang sudah ada. Hiranyagharba atau :Janin Emas" muncul dari lautan yang memenuhi angkasa lalu dari dalamnya muncul Brahma yang membangun dunia yang masih kacau tanpa bentuk agar teratur rapi. Lain halnya dengan agama Buddha yang menyatakan bahwa Sang Buddha berpendapat bahwa alam semesta disebut beiau sebagai Samsara adalah tanpa awal. Beliau bersabda: "Tak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan berpindah dari kelahiran ke kelahiran terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui."(Samyutta Nikaya II: 178). Lalu yang terakhir adalah mengenai kepercayaan agama Kristen yang tertulis dalam Al-Kitab dan disebut 6 Hari Penciptaan-Kejadian 1, dimana dalam 6 hari penciptaan tersebut disebutkan Hari 1 (langit dan bumi diciptakan dan "Jadilah Terang), Hari 2 (Allah menciptakan cakrawala), Hari 3 (daratan dipisahkan dengan lautan; tumbuh-tumbuhan diciptakan), Hari 4 (Matahari, bulan dan bintang diciptakan), Hari 5 (Binatang di lautan dan burung di udara) dan Hari 6 (Binatang dibumi, ternak dan binatang melata, Manusia pertama diciptakan (Adam dan Hawa).
Berdasarkan sudut pandang ini, agama memperluas pengetahuan manusia yang mencakup metodologi sains dan rasionalitas manusia. Namun, begitu banyaknya pertanyaan manusia tentang misteri alam semesta hingga kini masih banyak yang belum terjawab dan dibuktikan oleh sains.
Penutup:
Penulis mencoba menjabarkan semua "Titik Start" atas lahirnya alam semesta. Semoga ditulisan lainnya penulis dapat menjabarkan "Titik Start" peristiwa, kejadian dan hal-hal lainnya. Terimakasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar