Rabu, 19 September 2018

Lahirnya Alam Semesta



Sumber: GEEQ.id, 2018

Lahirnya alam semesta beserta isinya ini semuanya membutuhkan suatu proses yang panjang dan kita saat ini hanya bisa melihat hal-hal tersebut melalui sudut pandang berbagai ahli didalam berbagai teori yang mereka kemukakan. Dalam tulisan ini saya mencoba melihat semuanya dari berbagai sudut pandang karena semuanya memiliki ^Titik Start^ yang berbeda.

1. Teori Kejadian Alam Semesta

Mari kita lihat pandangan manusia berdasarkan sains dimana manusia mencoba mendeskripsikan apa dan bagaimana proses fenomena alam bisa terjadi dalam konteks eksperimen dan pengamatan, tentu saja dengan parameter yang bisa diamati dan diukur. Sehingga dalam proses terjadinya alam semesta terdapat berbagai pendapat para ahli astronomi mengenenai lahirnya alam semesta. Begitu banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai teori bagaimana alam semesta ini terbentuk. Salah satu teori yang terkenal mengenai terjadinya alam semesta adalah teori dentuman dahsyat (bigbang). Teori ini pertama kali dikemukanan oleh kosmolog dan astronom Georges Lemaitre atau Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an. Ia adalah orang pertama yang mengusulkan teori perluasan jagat raya teori ledakan dahsyat sebagai penjelasan mengenai asal usul alam semesta, yang ia sebut 'hipotesis atom primeval. Menurutnya alam semesta ini bermula dari gumpalan super atom raksasa yang isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi kir-kira seperti bola api raksasa yang suhunya antara 1 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius. Gumpalan super atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar  menjadi  debu  dan  awan  hidrogen.  Setelah  berumur  ratusan  juta  tahun,  debu  dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Sehingga dapat dikatakan menurut teorinya alam semesta ini berasal dari satu titik yaitu gumpalan super atom raksasa. Kemudian setelah teori ini dikemukanan lahirlah suatu alat yang dapat membuktikan kejadian tersebut yakni Teleskop Hubble. Teleskop Hubble yang dapat mengamati luar angkasa telah  membuktikan  bahwa  bintang-bintang  di  luar  angkasa dan  juga  galaksi-galaksi  bergerak  saling  menjauh,  hal  ini berarti membuktikan bahwa alam semesta dulunya sebelum bergerak menjauh, semuanya berasal dari satu titik.

Peristiwa  Big  Bang  masih  menyisakan  radiasi dan sisa  radiasi  tersebut  masih  dapat  diamati  pada  saat  ini.  Radiasi  latar  belakang  kosmik  yang merupakan  bukti  Big  Bang berhasil  dideteksi  oleh  Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965, dan keduanya mendapatkan hadiah Nobel karena penemuannya yang menyatakan bahwa secara ilmiah alam semesta memang terbentuk karena Big Bang,  ini  artinya  dahulu  alam  semesta  hanya  satu  titik  yang mempunyai  kerapatan  luar  biasa  dan  dahulunya  langit  dan bumi itu berasal dari satu titik tersebut. Harun  Yahya  seorang  penulis  besar yang salah satu karyanya "Penciptaan Alam Raya",  mengatakan:  “Big  Bang  tak  hanya  membuktikan  bahwa  alam  semesta diciptakan  dari  ketiadaan,  tetapi  ia  juga  diciptakan  secara sangat  terencana,  sistematis,  dan  teratur.  Big  Bang  terjadi melalui ledakan suatu titik yang berisi semua materi dan energi alam semesta serta penyebarannya ke segenap penjuru ruang angkasa  dengan  kecepatan  yang  sangat  tinggi.  Dari  materi dan  energi  ini,  muncullah  suatu  keseimbangan  luar  biasa yang  melingkupi  berbagai  galaksi,  bintang,  matahari,  bulan, dan benda angkasa lainnya. Hukum alam pun terbentuk yang kemudian  disebut  ‘Hukum  Fisika’,  yang  seragam  di  seluruh penjuru  alam  semesta  dan  tidak  berubah.  Hukum  Fisika yang muncul bersamaan dengan Big Bang tak berubah sama sekali  selama  lebih  dari  15  miliar  tahun.  Selain  itu,  hukum ini  didasarkan  atas  perhitungan  yang  sangat  teliti,  sehingga penyimpangan  satu  milimeter  saja  dari  angka  yang  ada sekarang akan berakibat pada kehancuran seluruh bangunan dan  tatanan  alam  semesta.  Semua  ini  menunjukkan  bahwa suatu tatanan sempurna muncul setelah Big Bang.”

2. Pandangan Agama Mengenai Penciptaan Alam Semesta
"Titik Start"lainnya adalah melihat bagaimana sebuah kejadian terciptanya alam semesta lewat pandangan sebuah keyakinan manusia atau agama. Agama memperluas makna alam semesta bagi manusia mengenai terciptanya dan hadirnya benda-benda alam semesta. Ada beberapa keyakinan yang dipegang oleh manusia menjelaskan bagaimana terciptanya alam semesta. Dalam Islam dijelaskan bahwa alam semesta merupakan ciptaan yang Maha Kuasa yakni Allah SWT dan beratus-ratus  tahun  yang  lalu  sebelum  ditemukan teleskop Hubble dan sebelum ditemukan bukti ilmiah tentang Big  Bang,  dalam  Al-Qur’an  disebutkan: “Dan  apakah  orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan  antara  keduanya.  Dan  dari  air  Kami  jadikan  segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tiada juga beriman?”(Al-Anbiya: 30). Lalu, dalam Hindu menurut filsuf Hindu dalam ajaran Regweda menyatakan bahwa alam semesta diciptakan oleh Brahman dari unsur yang sudah ada. Hiranyagharba atau :Janin Emas" muncul dari lautan yang memenuhi angkasa lalu dari dalamnya muncul Brahma yang membangun dunia yang masih kacau tanpa bentuk agar teratur rapi. Lain halnya dengan agama Buddha yang menyatakan bahwa  Sang Buddha berpendapat bahwa alam semesta disebut beiau sebagai Samsara adalah tanpa awal. Beliau bersabda: "Tak dapat ditentukan awal dari alam semesta. Titik terjauh dari kehidupan berpindah dari kelahiran ke kelahiran terikat oleh ketidaktahuan dan keinginan, tidaklah dapat diketahui."(Samyutta Nikaya II: 178). Lalu yang terakhir adalah mengenai kepercayaan agama Kristen yang tertulis dalam Al-Kitab dan disebut 6 Hari Penciptaan-Kejadian 1, dimana dalam 6 hari penciptaan tersebut disebutkan Hari 1 (langit dan bumi diciptakan dan "Jadilah Terang), Hari 2 (Allah menciptakan cakrawala), Hari 3 (daratan dipisahkan dengan lautan; tumbuh-tumbuhan diciptakan), Hari 4 (Matahari, bulan dan bintang diciptakan), Hari 5 (Binatang di lautan dan burung di udara) dan Hari 6 (Binatang dibumi, ternak dan binatang melata, Manusia pertama diciptakan (Adam dan Hawa).

Berdasarkan sudut pandang ini, agama memperluas pengetahuan manusia yang mencakup metodologi sains dan rasionalitas manusia. Namun, begitu banyaknya pertanyaan manusia tentang misteri alam semesta hingga kini masih banyak yang belum terjawab dan dibuktikan oleh sains.

Penutup:
Penulis mencoba menjabarkan semua "Titik Start" atas lahirnya alam semesta. Semoga ditulisan lainnya penulis dapat menjabarkan "Titik Start" peristiwa, kejadian dan hal-hal lainnya. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IDENTITAS INDONESIA : Asal-Usul Nama Indonesia, Ideologi, Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan

Indonesia, apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata itu? Negara kepulauan, negara dengan berbagai macam suku serta bahasa yang berbeda-...